Rabu, 23 Oktober 2019

Kisah perjalanan mencari Naskah Kuno Sasak

Bismillahirrohmanirrohim.......
Assalamualikum warrohmatullahi wabarokatuh.......


Dengan mengharap rahmat dan ridho Allah SWT. Saya atas nama Al Majdin ingin menceritakan pengalaman saya dalam mencari naskah kuno Sasak. Perjalanan ini dimulai dari tanggal 22-23 Oktober 2019, dalam mencari naskah tersebut saya mengalami kesulitan di hari pertama dan kendalanya adalah mencari alamat Papuq Adji pemegang nakah itu. Setelah kami mendapatkan alamatnya yang terletak di Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labu Api, Lombok Barat.  Kami langsung ke rumah beliau pada malam hari tepat adzan isya. Karena sudah malam kami belum langsung mendapatkan informasi tentang naskah itu karena melihat kondisi Papuq yang sudah tidak memungkinkan untuk menjelaskan dan menceritakan tentang naskah itu, singkat cerita akhirnya saya disuruh untuk kembali lagi keesokan harinya.

Di hari selanjutnya saya ke rumah beliau dan beliu menyambut saya dengan hangat dan langsung memperlihatkan naskah itu. Beliau menginformasikan kepada saya tentang isi yang terkandung naskah tersebut, naskah itu sendiri diberi nama Takepan Monyeh. Naskah tersebut menceritakan tentang 3 bersaudara yang ketiga-tiganya memimpin daerah yang berbeda-beda. Anak pertama memimpin daerah Jawa, anak ke dua memimpin daerah Sumbawa dan anak ke tiga memimpin daerah Lombok.

Naskah ini hanya fokus menceritakan anak pertama dan anak ke tiga. Sementara itu, anak ke dua atau yang memimpin daerah Sumbawa tidak diceritakan hanya sebatas menceritakan bahwa dia memiliki dua orang anak yaitu satu orang perempuan dan satu orang laki-laki. Setelah itu, tidak diceritakan lagi terkait yang memimpin daerah Sumbawa ini bahkan kedua anak dari yang memimpin daerah Sumbawa ini tidak disinggung lagi.

Anak pertama atau pemimpin di daera Jawa memiliki dua orang anak laki-laki sementara anak ketiga atau yang memimpin daerah Lombok memiliki sembilan orang anak dan semuanya perempuan. Singkat cerita anak ke dua dari yang memimpin daerah Jawa menikah dengan anak ke sembilan dari yang memimpin daerah Lombok.

Demikian cerita perjalanan saya dalam mencari naskah yang diberi nama Takepan Monyeh dan cerita secara umum yang terkandung dalam naskah tersebut.

Dokumentasi hasil salinan dan foto papuq Adji:




 Itulah dokumentasi yang saya dapatkan,  semoga blog ini bisa bermanfaat bagi pembaca terlebih bagi indifidu penulis.
Lebih dan kurangnya penulis mohon maaf. 

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.......


35 komentar:

  1. Luar biasa perjalanannya saudara. Tulisan ini secara umum menceritakan tentang perjalanan saudari dalam mencari naskah kuno. Kedepan saya memberi saran, agar tampilan blognya diatur sebaik mungkin dengan tema yang dapap memberi nilai keindahan didalamnya. Sukses.

    BalasHapus
  2. Sangat membantu karna kita dapat mengetahui dan melihat sejarah naskah kuno

    BalasHapus
  3. Keren kawan,sangat bagus semoga kedepannya lebih baik dan lebih bagus lagi.����

    BalasHapus
  4. Semagat💪mencari naska kunonya

    BalasHapus
  5. Cerita yang begitu bermanfaat dan kita tidak lupa akan sejarah

    BalasHapus
  6. Masya Allah luar biasa sekali perjuangannya.
    Kembangkan, semoga bisa menjadi penulis yang handal.

    BalasHapus
  7. Sungguh menambah wawasan tentang naskah kuno

    BalasHapus
  8. Mantap kawan lanjutkan. Salam dari UIN ALAUDDIN MAKASSAR
    #Bos asnawi

    BalasHapus
  9. Mantap bung, sangat menarik untuk di publikasikan

    BalasHapus
  10. Cerita ini sangat menarik buat dijadikan cerpen

    BalasHapus
  11. Bagus bangat ilmunya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  12. Sangat bermanfaat.
    Menambah pengetahuan tentang naskah kuno yang dimiliki oleh provinsi NTB.

    BalasHapus

Nyeput

Assalamualaikum wr wb………….      Setelah beberapa pekan yang lalu, saya menulis tentang bagaimana perjalanan saya untuk mencari tahu ...